tip dan trik pemograman database

55
MEMBACA RECORD
DENGAN ADODC
Pada bagian ini kita akan mempelajari cara membaca data atau
record dari tabel menggunakan ADODC. Pada bagian ini juga
diberikan contoh penerapan penggunaan ADODC untuk membaca
data atau record dari tabel. ADODC sendiri merupakan salinan
dari tabel. Dengan ADODC, Anda dapat membaca data atau
record dari tabel kemudian menampilkannya per record atau
sekaligus beberapa record. Anda dapat menggunakan record atau
data tabel melalui ADODC sehingga tidak perlu khawatir data atau
record berubah pada waktu membaca tabel tersebut.
7.1 Menghubungkan ADODC Dengan Tabel
Contoh database Microsoft Access yang akan dipakai adalah
dbAplikasi yang terletak pada direktori C:\Data. Dapat digunakan
dua cara untuk menghubungkan ADODC dengan tabel, yaitu
menggunakan ODBC Data Source Name dan menggunakan
Connection String. Kedua cara tersebut akan dibahas satu persatu.
7.1.1 ODBC Data Source Name
Untuk menghubungkan ADODC dengan tabel menggunakan
ODBC Data Source Name, harus terdapat driver ODBC yang
terhubung dengan database di mana tabel tersebut berada.
Sebagai contoh, kita akan menggunakan ODBC Driver yang telah
dibuat sebelumnya, yaitu Aplikasi. Apabila Anda menggunakan
ODBC Data Source Name untuk menghubungkan tabel dengan
BAB
7
56
ADODC, sebaiknya Anda menggunakan ODBC Driver untuk
koneksi database agar Anda dapat menggunakan ODBC Driver
tersebut. Untuk menghubungkan ADODC dengan tabel, langkahlangkahnya
adalah sebagai berikut:
1. Tambahkan sebuah kontrol ADODC ke dalam form. Secara
default nama dari ADODC tersebut adalah adodc1.
Gambar 7.1. Tampilan kontrol ADODC
2. Klik-kanan adodc1, kemudian klik menu ADODC Properties
seperti terlihat pada Gambar 7.2.
3. Pada kotak dialog Property Pages tab General, pilih Use ODBC
Data Source Name. Lihat Gambar 7.3 untuk lebih jelasnya.
4. Pilih nama driver yang ingin dipakai pada kotak dialog
Property Pages tab General. Sebagai contoh, pilih driver
Aplikasi seperti pada Gambar 7.4.
57
Gambar 7.2. Menu ADODC Properties
Gambar 7.3. Menggunakan ODBC DSN
58
Gambar 7.4. Memilih Driver ODBC
5. Pada kotak dialog Property Pages tab RecordSource, Anda
dapat menggunakan adCmdText dan adCmdTable untuk
mengakses tabel.
Gambar 7.5. Memilih Command Type
59
6. Apabila Anda menggunakan adCmdText pada langkah
sebelumnya, Anda harus mengisikan perintah SQL “Select“
pada bagian Command Text (SQL).
Gambar 7.6. Menggunakan adCmdText
7. Klik OK. ADODC dan tabel telah terhubung. Untuk melihat
hasilnya, tambahkan sebuah data grid pada form.
Untuk menambahkan data grid, klik-kanan toolbox, kemudian
klik Components. Pada kotak dialog Components, beri tanda
centang pada opsi Microsoft DataGrid Control 6.0 (OLEDB).
Untuk jelasnya, coba lihat Gambar 7.7.
8. Tampilan form yang dihasilkan seperti Gambar 7.8.
9. Untuk properti DataSource, pilih adodc1. Coba Anda jalankan
program tersebut. Hasilnya seperti Gambar 7.9.
60
Gambar 7.7. Menambahkan data grid
Gambar 7.8. Tampilan form
61
Gambar 7.9. Hasil eksekusi program
10. Untuk memindahkan record-record pada data grid, Anda dapat
menggunakan tombol navigator pada ADODC tersebut.
11. Kita akan menggunakan Command Type dengan adCmdTable.
Pada kotak dialog Property Pages tab General, isi Command
Type dengan adCmdTable.
Gambar 7.10. Penggunaan adCmdTable
62
12. Pilih tabel yang akan dibaca.
Gambar 7.11. Memilih tabel
13. Setelah memilih tabel yang akan dibaca, klik OK.
14. Seperti pada penggunaan Command Type dengan
adCmdText, tambahkan sebuah data grid pada form dan pilih
adodc1 sebagai properti DataSource. Jalankan program
tersebut. Hasilnya seperti Gambar 7.12.
Gambar 7.12. Hasil eksekusi program
63
7.1.2 Connection String
Setelah mempelajari penggunaan ODBC Data Source Name,
selanjutnya kita akan mempelajari penggunaan Connection String.
Dengan Connection String, Anda tidak perlu lagi membuat ODBC
Driver seperti pada cara sebelumnya. Untuk menghubungkan tabel
dan ADODC menggunakan Connection String, langkahlangkahnya
adalah sebagai berikut:
1. Pada kotak dialog Property Pages tab General, pilih menu Use
Connection String.
Gambar 7.13. Penggunaan Connection String pada ADODC
2. Klik Builld.
3. Pada kotak dialog Data Link Properties tab Provider, pilih OLE
DB Provider dengan Microsoft Jet 4.0 OLE DB Provider.
64
Gambar 7.14. Memilih OLE DB Provider
4. Klik Next.
5. Pada kotak dialog Data Link Properties tab Connection, klik
tombol . Lihat Gambar 7.15 untuk lebih jelasnya.
6. Seperti pada Gambar 7.16, pada kotak dialog Select Access
Database, pilih database yang akan digunakan. Sebagai
contoh, pilih database dbAplikasi yang telah dibuat
sebelumnya.
65
Gambar 7.15. Memilih database
66
Gambar 7.16. Kotak dialog Select Access Database
7. Pada kotak dialog Property Pages tab RecordSource, pilih
Command Type yang akan digunakan. Kita akan
menggunakan dua Command Type, yaitu adCmdText dan
adCmd Table seperti pada penggunaan ODBC Data Source
Name.
Gambar 7.17. Penggunaan Command Type
67
8. Apabila Anda menggunakan adCmdText, Anda harus
mengisikan perintah SQL “Select“ pada bagian Command Text
(SQL).
Gambar 7.18. Menggunakan adCmdText
9. Klik OK. ADODC dan tabel telah terhubung. Untuk melihat
hasilnya, tambahkan sebuah data grid pada form.
10. Tampilan dari form seperti Gambar 7.19.
Gambar 7.19. Tampilan form
68
11. Untuk properti DataSource, pilih adodc1. Jika Anda jalankan
program tersebut, hasilnya seperti Gambar 7.20.
Gambar 7.20. Hasil eksekusi program
12. Untuk memindahkan record-record pada data grid, Anda dapat
menggunakan tombol navigator pada ADODC tersebut.
13. Kita akan menggunakan Command Type dengan adCmdTable.
Pada kotak dialog Property Pages tab RecordSource, isi
Command Type dengan adCmdTable.
Gambar 7.21. Penggunaan adCmdTable
69
14. Pilih tabel yang akan dibaca.
Gambar 7.22. Memilih tabel
15. Setelah memilih tabel yang akan dibaca, klik OK.
16. Seperti pada penggunaan Command Type dengan
adCmdText, tambahkan sebuah data grid pada form dan pilih
properti DataSource dari data grid tersebut dengan adodc1.
Jalankan program tersebut. Hasilnya seperti Gambar 7.23.
Gambar 7.23. Hasil eksekusi program
70
7.2 Contoh Penggunaan ADODC
Berikut ini kita akan membuat contoh penggunaan ADODC. Akan
dipakai database dbAplikasi dan tabel tbAnggota. Koneksi
database ODBC Connection String dan ADODC metode
Connection String akan digunakan dalam contoh ini. Untuk
melihat penggunaan dari ADODC, lakukan langkah-langkah
sebagai berikut:
1. Buatlah sebuah proyek Standard EXE.
2. Tambahkan tiga buah label, tiga buah textbox, sebuah
command button, sebuah data grid dan sebuah ADODC.
3. Atur properti dari setiap objek tersebut seperti berikut:
Objek Properti Setting
Name txtKode
Text1
Text
Name txtNama
Text2
Text
Name txtAlamat
Text3
Text
Name lblKode
Label1
Caption Kode
Name lblNama
Label2
Caption Nama
71
Name lblAlamat
Label3
Caption Alamat
Name cmdSimpan
Command1
Caption Simpan
adodc1 Visible False
DataGrid1 DataSource adodc1
4. Hubungkan adodc1 dan database dbAplikasi menggunakan
Connection String.
5. Untuk RecordSource dari adodc1, gunakan adCmdText dan
perintah SQL yang digunakan adalah “SELECT * FROM
tbAnggota ORDER BY kode ASC”. Tampilannya seperti
Gambar 7.24.
Gambar 7.24. Setting adodc1
72
6. Tampilan form seperti Gambar 7.25.
Gambar 7.25. Tampilan form
7. Kode program yang digunakan adalah sebagai berikut:
‘Deklarasi Koneksi
Dim cnn As New ADODB.Connection
Private Sub cmdSimpan_Click()
Dim msql As String
‘Mengisi Record ke Tabel
cnn.BeginTrans
msql = ” INSERT INTO tbAnggota(Kode,” & ” Nama,Alamat)” & _
” VALUES(‘” & txtKode.Text & “‘,” & _
” ‘” & txtNama.Text & “‘,” & ” ‘” & txtAlamat.Text & “‘)”
cnn.Execute (msql)
cnn.CommitTrans
‘Merefresh data grid
73
adodc1.Refresh
DataGrid1.Refresh
‘Menghapus teks
txtKode.Text = “”
txtNama.Text = “”
txtAlamat.Text = “”
End Sub
Private Sub Form_Load()
Dim msql As String
Dim KoneksiData As String
KoneksiData = “Driver={Microsoft Access Driver (*.mdb)};” & _
“Dbq=dbAplikasi.mdb;” & “DefaultDir=C:\data;” & _
“Uid=Admin;Pwd=;”
‘Membuat sebuah koneksi ODBC Connection String
cnn.Open KoneksiData
End Sub
Private Sub Form_Unload(Cancel As Integer)
‘Menutup koneksi
cnn.Close
‘Menghapus koneksi
Set cnn = Nothing
End Sub
Private Sub txtAlamat_KeyPress(KeyAscii As Integer)
‘Mengubah teks menjadi huruf besar
If KeyAscii <> 13 Then
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
End If
End Sub
Private Sub txtKode_KeyPress(KeyAscii As Integer)
‘Mengubah teks menjadi huruf besar
If KeyAscii <> 13 Then
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
End If
End Sub
Private Sub txtNama_KeyPress(KeyAscii As Integer)
‘Mengubah teks menjadi huruf besar
If KeyAscii <> 13 Then
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
End If
End Sub
74
8. Jalankan program tersebut, kemudian perhatikan form dan
data grid yang terdapat pada form. Tampilan form seperti
Gambar 7.26.
Gambar 7.26. Tampilan form awal
9. Setelah itu, isi textbox yang ada pada form kemudian klik
Simpan. Sebagai contoh, isi textbox seperti pada Gambar
7.27.
Gambar 7.27. Isi textbox
75
10. Setelah Anda mengisi textbox tersebut dan mengklik Simpan,
data grid langsung berubah seperti pada Gambar 7.28.
Gambar 7.28. Tampilan form setelah ada record baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s