interfacing komputer

BAHASA C/C++ UNTUK
INTERFACING KOMPUTER
5.1 Pengenalan Bahasa C/C++
Bahasa C dikembangkan di Laboratorium Bell (USA) sekitar tahun
1972 oleh Dennis Ritchie yang adalah seorang pakar pemrograman.
Bahasa C++ yang merupakan penyempurnaan dan pengembangan
dari C dibuat oleh Bjarne Stroustrup. C dan C++ ialah compiler untuk
membuat aplikasi yang umum dan juga merupakan bahasa tingkat
menengah yang sering digunakan untuk membuat aplikasi
interfacing komputer maupun mikrokontroler. Kedua bahasa ini
dikategorikan sebagai bahasa tingkat menengah karena terkadang
kita perlu mengetahui juga Bahasa Assembly untuk pemrograman
yang berhubungan dengan perangkat keras atau peralatan
komputer. Kita dapat menyisipkan Bahasa Assembly ke C/C++
untuk keperluan pemrograman perangkat keras komputer
menggunakan perintah asm.
Untuk mempelajari C/C++, Anda dapat menggunakan perangkat
lunak Turbo C, Turbo C++, Borland C++, C++ Builder atau Visual
C++, sedangkan Visual C++ .NET sudah memiliki banyak perbedaan
dari segi tampilan GUI dan beberapa model pemrogramannya yang
dikenal dengan istilah managed C++. Akan tetapi, membuat aplikasi
70
interfacing menggunakan Visual C++ .NET maupun Visual C# .NET
tetap saja merupakan sesuatu yang menarik dan merupakan
tantangan. Turbo C++ ialah kompiler yang berbasiskan DOS,
sedangkan Borland C++ versi 4 ke atas berjalan di bawah Windows.
Anda juga dapat membuat program C++ berbasiskan Linux dan
dikompilasi menggunakan gcc.
5.2 Memulai Pemrograman C/C++
Anda dapat men-download kompiler Turbo C++ beserta contoh
program yang digunakan dalam buku ini pada alamat
http://www.widodo.com/downloads/downloads.html. Instal program
Turbo C++ yang telah Anda download, lalu set direktori sesuai
dengan tempat penyimpanan file Anda. Jika Anda menggunakan
Visual C++ 6, tidak ada seting yang harus Anda lakukan. Berikut
contoh kode program sederhana yang penulis buat menggunakan
C dan C++ sebagai perbandingan. Tampilan berikut adalah jika Anda
ingin membuat program di Visual C++ 6.
Langkah–langkah menjalankan program Visual C++ 6:
1. Klik menu Start | Program | Microsoft Visual C++ 6.
2. Klik menu File | New dan isi kotak File Name dengan hello
seperti tampak pada Gambar 5.1 di bawah ini.
Gambar 5.1 Membuat File C/C++
71
3. Klik button OK dan akan tampil editor tempat Anda
mengetikkan kode. Untuk menjalankan program, tekan F5 atau
gunakan menu Run.
5.2.1 Konstruksi Program C/C++
Konstruksi dari suatu program C/C++ harus mengikuti aturan
sebagai berikut:
/* Ini berupa komentar sebagai penjelasan dari program yang
dibuat. Bisa berisi tujuan program, dibuat oleh siapa dan
tanggal berapa */
Include file
Deklarasi variabel global
fungsi Utama(main)
{
Isi program
}
Berikut contoh program untuk menerima input dan menampilkannya
ke layar monitor menggunakan bahasa C:
/* Program C untuk menerima input data dari user lalu
menampilkannya.
Dibuat oleh Widodo Budiharto
Tanggal 20 Februari 2004 */
// Digunakan untuk library fungsi yang akan digunakan, dikenal
sebagai preprocessor //directive
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
int main()//fungsi utama bernama main bertipe int
{
//deklarasi variable integer dan karakter
int umur;
char nama[30];
//Menampilkan pesan menggunakan fungsi printf
printf (“Selamat menggunakan bahasa C untuk Interfacing
Komputer\n”);
printf (“Masukkan nama Anda \n”);
//menerima data menggunakan fungsi scanf, %s untuk string, %c
hanya untuk 1 karakter scanf (“%s”,&nama);
printf (“Masukkan umur Anda \n”);
//menerima data integer menggunakan %d scanf (“%d”, &umur);
printf (“Dear %s, umur Anda %d \n”,nama,umur);
printf (“Tekan sembarang tombol untuk keluar !”);
//menunggu aksi penekanan sembarang tombol untuk keluar
//fungsi getch() ini menggunakan library conio.h
getch();
//mengembalikan nilai integer karena fungsi main bertipe integer
return 0;
}
72
Untuk menjalankan program tersebut menggunakan Visual C++ 6,
Anda dapat menekan F5, atau menjalankan menu Run. Jika
menggunakan Turbo C++, tekan menu Alt+R. Program di atas
membuat dua buah variabel bernama nama yang bertipe char yang
dapat menampung sekitar 30 karakter, dan variabel umur yang
dapat menampung bilangan bulat. Untuk menerima input, digunakan
fungsi scanf dengan dua parameter, yaitu tipe data penerima dan
nama variabel penampung. Fungsi printf digunakan untuk
menampilkan string dan data yang ingin ditampilkan dengan
menggunakan variabel yang ada. Fungsi getch() akan mendeteksi
penekanan sembarang input dari user untuk keluar. Gambar 5.2
menampilkan hasil output program.
Gambar 5.2 Hasil Program C
Jika Anda menggunakan C++, struktur tubuh programnya tidak jauh
berbeda dari struktur berikut.
/* Program C++ untuk menerima input dari user lalu menampilkan
datanya
Dibuat oleh Widodo Budiharto
Tanggal 20 Februari 2004 */
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
int main()
{
int umur;
char nama[30];
cout<<“\n Selamat menggunakan bahasa C++ untuk Interfacing
Komputer”<<endl;
cout<<“Masukkan nama Anda”<<endl;
cin>>nama;
cout<<“Masukkan umur Anda”<<endl;
cin>>umur;
cout<<“Dear “<<nama<<” umur Anda “<<umur<<endl;
73
cout<<“Tekan sembarang tombol untuk keluar !”<<endl;
getch();
return 0;
}
Simpan program ini dan beri nama hello.cpp. Pada program C++ di
atas, C++ menggunakan header file yang umum, yaitu iostream.h
untuk menerima dan menampilkan data, berbeda dengan C yang
menggunakan header file stdio.h. Untuk menerima data digunakan
fungsi cin dan untuk menampilkan data digunakan fungsi cout.
Fungsi \n digunakan untuk mengganti baris, begitu juga fungsi endl.
Beberapa fungsi lain yang cukup terkenal adalah \t untuk tabulasi
dan \b untuk bell. Jika program dijalankan, tampilan dengan
Turbo C++ akan terlihat seperti gambar berikut.
Gambar 5.3 Tampilan Program menggunakan C++
Jika Anda membuatnya melalui editor di Linux, kompilasi dapat
dilakukan melalui terminal menggunakan gcc sebagai berikut:
gcc -o hello hello.cpp
Kode di atas akan menghasilkan output hello dari file sumber
bernama hello.cpp. Anda cukup mengetikkan ./hello saja dan
program akan tampil.
5.2.2 Pengulangan (Looping)
Untuk melakukan pengulangan eksekusi kode pada program, dapat
digunakan fungsi for dengan sintaks sebagai berikut:
for (int a=0;a<10;a++)
{
74
printf (“Ini pengulangan ke: %d”, a);
}
Kode di atas akan menampilkan pesan sebanyak sepuluh kali. Selain
menggunakan for, dapat digunakan juga fungsi while. Program akan
mendeteksi apakah kondisi memenuhi kondisi true dan jika
memenuhinya maka kode di dalam blok eksekusi akan dijalankan.
Contoh:
char answer=’y’
while (answer =’y’)
{

printf (“Ingin melanjutkan (y/n) ?”);
scanf (“%d”, &answer);
}
5.3 Fungsi
Jika kita menulis keseluruhan kode di dalam fungsi main, kita akan
sangat repot dalam proses pelacakan kesalahan atau pembacaan
program. Oleh karena itu idealnya kode-kode untuk tujuan-tujuan
tertentu dimasukkan ke dalam fungsi yang terpisah-pisah. Fungsi
mempunyai tipe data tersendiri dan dapat/tidak mengembalikan
harga, bergantung tipe datanya. Fungsi yang diharapkan mampu
mengembalikan harga dari hasil proses dalam fungsi tersebut harus
menggunakan tipe data selain void. Jika diinginkan agar fungsi tidak
mengembalikan data, dapat digunakan tipe data void. Berikut ini
contoh kode yang menggunakan fungsi bertipe data void dan
integer.
//Program contoh menulis Fungi
//Dibuat oleh Mr. Widodo
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <dos.h>
void bunyi(); //deklarasi fungsi
int hitung(int,int); //deklarasi fungsi
int main()
{
int a,b,hasil;
clrscr();
bunyi();//memanggil fungsi bunyi
printf (“Masukkan bilangan 1”);
scanf(“%d” , &a);
printf (“Masukkan bilangan 2”);
scanf (“%d”, &b);
75
hasil=hitung(a,b);//assignment , hasil perhitungan dari fungsi
hitung dikirim ke hasil
bunyi();
printf (“\nHasil perkalian ialah %d” , hasil);
getch();
}
//fungsi bunyi tipe datanya void, oleh karena itu tidak
mengembalikan harga
void bunyi() //definisi fungsi bunyi
{
sound(5000); //menghasilkan bunyi 5000 Hz
delay(1000);// selama 1 detik
nosound(); //matikan bunyi
}
//fungsi htiung tipe datanya integer, oleh karena itu
mengembalikan harga
int hitung(int x, int y)//definisi fungsi bunyi dengan 2
parameter/argumen
{
int hasil_perkalian=x*y; //mengembalikan hasil perkalian dengan
tipe integer
}
Program di atas akan membersihkan layar menggunakan fungsi
clrscr(), setelah itu meminta user memasukkan data. Program juga
memanggil fungsi dan membunyikan suara serta melakukan
perhitungan, lalu mengembalikan lagi hasil perhitungan tersebut ke
pemanggil (caller).
5.4 Pemrograman Grafik
Turbo C++ menggunakan BGI (Borland Graphics Interface) untuk
menampilkan gambar berwarna. Beberapa file pendukung grafik
yang penting ialah:
• Graphics.h, berisi deklarasi variable-variable penting grafik
• *.bgi, berisi data pengendali kartu grafik. Pada komputer yang
memakai mode grafik VGA, pengendali grafiknya ialah
egavga.bgi.
• *.chr, berisi data huruf (font) misalnya gothic.chr yang berisi data
huruf model gothic.
Program berikut merupakan contoh pemrograman grafik Turbo C++
(dari folder examples) yang akan menerima data temperatur dari
76
user, lalu dapat disimpan ke disk serta dibaca dan ditampilkan dalam
bentuk grafik bar.
/*Program membaca temperatur lalu menampilkan Bar
Dimodifikasi oleh Widodo Budiharto
Tanggal 21 Februari 2004 */
//Program membaca temperatur lalu menampilkan Bar
#include <conio.h>
#include <ctype.h>
#include <stdio.h>
#include <stdlib.h>
#include <graphics.h>
/* Prototipe / deklarasi fungsi */
void get_temps(void);
void table_view(void);
void min_max(int num_vals, int vals[], int *min_val, int
max_val);
float avg_temp(int num_vals, int vals[]);
void graph_view(void);
void save_temps(void);
void read_temps(void);
/* definisi konstanta global*/
#define TRUE 1
#define READINGS 8
/* struktur data Global */
int temps[READINGS];
int main(void)
{
while (TRUE)
{
printf(“\nMenu Program Plotting Temperatur \n”);
printf(“\tE – Masukkan data temperatur \n”);
printf(“\tS – Simpan data ke disk\n”);
printf(“\tR – Baca file disk \n”);
printf(“\tT – Melihat data dalam format tabel \n”);
printf(“\tG – Tampilan grafik \n”);
printf(“\tX – Keluar dari program \n”);
printf(“\nTekan salah satu kunci di atas: “);
switch (toupper(getche()))
{
case ‘E’: get_temps(); break;
case ‘S’: save_temps(); break;
case ‘R’: read_temps(); break;
case ‘T’: table_view(); break;
case ‘G’: graph_view(); break;
case ‘X’: exit(0);
}
}
}
/* Definisi Fungsi */
void get_temps(void)
{
char inbuf[130];
int reading;
printf(“\nMasukkan temperatur-temperatur\n”);
77
for (reading = 0; reading < READINGS; reading++)
{
printf(“\nMasukkan bacaan ke # %d: “, reading + 1);
gets(inbuf);
sscanf(inbuf, “%d”, &temps[reading]);
}
}
void table_view(void)
{
int reading, min, max;
clrscr(); /* Bersihkan layar */
printf(“Membaca\t\tTemperatur(F)\n”);
for (reading = 0; reading < READINGS; reading++)
printf(“%d\t\t\t%d\n”, reading + 1, temps[reading]);
min_max(READINGS, temps, &min, &max);
printf(“Temperatur minimum: %d\n”, min);
printf(“Temperatur maksimum: %d\n”, max);
printf(“Temperatur rata-rata: %f\n”, avg_temp(READINGS,
temps));
}
void min_max(int num_vals, int vals[], int *min_val, int
*max_val)
{
int reading;
*min_val = *max_val = vals[0];
for (reading = 1; reading < num_vals; reading++)
{
if (vals[reading] < *min_val)
*min_val = vals[reading];
else if (vals[reading] > *max_val)
*max_val = vals[reading];
}
}
float avg_temp(int num_vals, int vals[])
{
int reading, total = 0;
for (reading = 0; reading < num_vals; reading++)
total += vals[reading];
return (float) total/reading; //casting
}
void graph_view(void)
{
int graphdriver = DETECT, graphmode;
int reading, value;
int maxx, maxy, left, top, right, bottom, width;
int base; /* sumbu x */
int vscale = 1.5; /* nilai skala vertikal */
int space = 10; /* spasi antara bar */
char fprint[20]; /* teks terformat untuk sprintf */
initgraph(&graphdriver, &graphmode, “..\\bgi”);//direktori bgi
if (graphresult() < 0) /* Pastikan inisialisasi driver ok
*/
return;
maxx = getmaxx(); /* daerah terjauh */
width = maxx /(READINGS + 1); /* skala dan spasi */
maxy = getmaxy() – 100; /* ruang untuk teks */
left = 25;
right = width;
base = maxy / 2; /* untuk nilai negatif */
78
for (reading = 0; reading < READINGS; reading++)
{
value = temps[reading] * vscale;
if (value > 0)
{
top = base – value; /* layar atas */
bottom = base;
setfillstyle(HATCH_FILL, 1);
}
else
{
top = base;
bottom = base – value; /* layar bagian bawah */
setfillstyle(WIDE_DOT_FILL, 2);
}
bar(left, top, right, bottom);
left +=(width + space); /* spasi kiri untuk bar
berikutnya */
right +=(width + space); /* ujung kanan untuk bar
berikutnya*/
}
outtextxy(0, base, “0 -“);
outtextxy(10, maxy + 20, “Plot dari Pembacaan temperatur “);
for (reading = 0; reading < READINGS; reading++)
{
sprintf(fprint, “%d”, temps[reading]);
outtextxy((reading *(width + space)) + 25, maxy + 40,
fprint);
}
outtextxy(50, maxy+80, “Tekan sembarang tombol”);
getch(); /* menunggu penekanan key*/
closegraph();
}
void save_temps(void)
{
FILE * outfile;
char file_name[40];
printf(“\nSimpan sebagai nama file apa ? “);
while (kbhit()); /* jika ditekan*/
gets(file_name);
if ((outfile = fopen(file_name,”wb”)) == NULL)
{
perror(“\nMembuka file gagal ! “);
return;
}
fwrite(temps, sizeof(int), READINGS, outfile);
fclose(outfile);
}
void read_temps(void)
{
FILE * infile;
char file_name[40] = “test”;
printf(“\nBaca dari file mana? “);
while (kbhit());
gets(file_name);
if ((infile = fopen(file_name,”rb”)) == NULL)
{
perror(“\nBuka file gagal! “);
return;
}
79
fread(temps, sizeof(int), READINGS, infile);
fclose(infile);
}
Perhatikan bahwa pada program di atas, fungsi terlebih dahulu harus
dideklarasikan dengan menuliskan nama fungsi dan dapat diikuti
dengan tipe data parameter yang diinginkan. Setelah fungsi
dideklarasikan, definisikanlah fungsi. Anda juga dapat langsung
mendefinisikan fungsi asalkan fungi-fungsi tersebut ditulis di atas
fungsi main.
Untuk deteksi dan inisialisasi driver grafik, digunakan fungsi yang
ada di BGI (Borland Graphics Interface )sebagai berikut.
void graph_view(void)
{
int graphdriver = DETECT, graphmode;
….
initgraph(&graphdriver, &graphmode, “..\\bgi”);//direktori bgi
Beberapa fungsi yang berhubungan dengan pembacaan dan
penulisan file pada disk ialah fopen, fwrite, fread, dan fclose.
void save_temps(void)
{
FILE * outfile;
char file_name[40];
printf(“\nSimpan sebagai nama file apa ? “);
while (kbhit()); /* jika ditekan*/
gets(file_name);
if ((outfile = fopen(file_name,”wb”)) == NULL)
{
perror(“\nMembuka file gagal ! “);
return;
}
fwrite(temps, sizeof(int), READINGS, outfile);
fclose(outfile);
}
Program di atas akan mencoba menyimpan suatu file dengan
meminta nama file tertentu dari user. Fungsi fwrite digunakan untuk
menulis ke dalam disk, lalu ditutup dengan perintah fclose.
void read_temps(void)
{
FILE * infile;
char file_name[40] = “test”;
printf(“\nBaca dari file mana? “);
while (kbhit());
gets(file_name);
if ((infile = fopen(file_name,”rb”)) == NULL)
{
perror(“\nBuka file gagal! “);
return;
80
}
fread(temps, sizeof(int), READINGS, infile);
fclose(infile);
}
Program di atas akan mencoba membuka file menggunakan perintah
fopen dan jika file dibuka dengan sukses, file akan dibaca
menggunakan perintah fread.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s